Kamis, 29 April 2010

Pendapatan

PENDAPATAN
Pengertian
Yang membentuk pengertian pendapatan adalah :
1. Kenaikan Aset
Untuk dapat mengatakan bahwa pedapatan ada atu timbuk, harus terjadi transaksi atau kejadian yang menaikkan asset atau menimbulkan aliran masuk asset. Tidak ada batasan bahwa asset harus berupa kas atau alat likuid lain. Akan tetapi, tidak semua kenaikan aset dapat menimbulkan pendapatan. Paton dan lityleton (1970, hlm 47) menyebutkan bahwa asset dapat bertambah karena berbagai transaksi, kejadian, atau keadaan sebagai berikut:
a. Transaksi pendanaan yang berasal dari kreditor dan investor
b. Laba yang berasal dari kegiatan investasi,
c. Hadiah, donasi, temuan
d. Revaluasi asset yang telah ada
e. Penyediaan dan/atau penyerahan produk (barang dan jasa).
2. Operasi Utama Berlanjut
Pengerrian operasi utama menunjuk kegiatan sebagaimana pengertian operasi dalam klasifikasi kegiatan yang membentuk statement aliran kas yaitu , operasi (operating), investasi (investing), dan pendanaan (financing).
3. Penurunan Kewajiban
Pendapatan tidak hanya didefinisikan dari sudut kenaikan asset tetapi juga dari penurunan atau pelunasan kewajiban. Hal ini terjadi bila suatu entitas telak mengalami kenaikan asset sebelumnya misalnya menerima pembayaran dimuka dari pelngggan. Jadi alih-alih kenaikan asset, pendapatan dapat didefinisikan sebagai penurunan kewajiban .
Suatu Entitas
Dimasukkannya kata entitas atau perusahaan dalam definisi mengisyaratkan bahwa konsep kesatruan usaha dalam pendefinisian. Pendapatan didefiniskan sebagai kenaikan ast bukannya kenaikan ekuitas bersih meskipun kenaikanaset tersebut akhirnya berpengaruh terhadap kenaikan ekuitas bersih.
4. Produk Perusahaan
Disini, pendapatan didefinisikan secara fisis bukan moneter. Aliran aset dari pelnggan berfungsi hanya sebagai pengukur tetapi bukan pendapatan itu sediri; produk fisis yang dihasilkan oleh kegatan usah itulah yang merupakan pendapatan. Ada dua aliran yang berkaitan dengan pendapatan yaitu alian fisis dan moneter.
5. Pertukaran
Paton dan littleon memasukkan kata perukaran (exchange) dalam definisinya karena pendapatan akhirnya harus dinyatakan dalam satuan moneter untuk dicatat dalam sisitem pembukuan. Satuan moneter yang paling objektif adalah kalu jumlah rupiah tersebut merupakan hasl transaksi atau pertukatran antara pihak independent.
6. Berbagai Bentuk Nama
Pendapatan adalah konsep yang bersifat generic dan mencakupi semua pos dengan berbagai bentuk dan nama apapun. Pendapatan untuk perusahaan perdagangan misalnya, disebut dengan penjualan.
Untung
Seperti pendapatan , kata kunci yang melakat pada pengertian untung adalah :
1. Kenaikan ekuitas (asset bersih)
2. Transaksi peripheral atau incidental
3. Selain yang berua pendapatan atau investasi oleh pemilik
FASB merinsi lebh lanjut transaksi, kejadian, atau keadaan yang menimbulkan untung menjadi empat sumber atau karakteristik yaitu (SFAC No, 6, prg.89):
1. Periferal dan incidental :misalnya penjualan investasi dalam surat berharga, penjualan asset tetap, pelunasan utang obligasi sebelum jatu tempo
2. Transfer nontimbal balik (nonreciprocal transfers) dengn pihak lain: misalnya hadiah dan donasi (bagi organisasi nonprofit) dan penerimaaan ganti rugi pemenangan tuntutan perkara hokum.
3. Penahanan asset (holding assets) misalnaykenaikan harga sekuritas investasi, kenaikan nilai tukar valuta asing,dan kenaikan karena penhanan sediaan (holding giants).
4. Faktor lingkunagn : misalnya ganti rugi asuransi musibah alam yang melebihi kos asset yang rusak.
Pengakuan Pendapatan
Pengakuan adalah pencatatan jumlah rupiah secara resmi kedalam system akuntansi sehingga jumlah tersebut tereflesikan dalam statement keuangan. Pengertian atau definisi pendapatan harus dipisahkan dengan pengakuan pendapatan bahkan pengertian pendapatan sebenarnya juga harus dipisahkan dengan pengukuran pendapatan. Pembentuk Pendapatan
Pembentuk pendapatan adalah suatu konsep yang berkaitan dengan masalah kapan dan bagaimana sesungguhnya pendapatran itu timbul atau menjadi ada.
Realisasi Pendapatan
Dengan konsep realisasi, pendapatan baru dapat dikatakan terjadi atau terbentuk ada saat terjadi kesepakatan atau kontrak dengan pihak independent (pembeli) untuk membayar produk baik produk selesai dan diserahkan atau maupun belum dibuat sama sekali. Kriteria Pengakuan Pendapatan
Pendapatan belum dapat dinyatakan ada dan diakui sebelum terjadinya penjualan yang nyata. Atas dasar pemikiran ini. FASB mengajukan dua criteria pengakuan pendapatan atau untung yang keduanya harus terpenuhi yaitu (SAFC No. 5, prg.83):
a. Terrealisasi atau cukup pasti terealisasi (realized or realizable)
b. Terbentuk/terhak (earned)
Saat Pengakuan Pendapatan
A. Pada Saat Kontrak Penjualan
Dapat terjadi perusahaan telah menandatangani kontark perusahaan dan bahkan sudah menerma kas untuk sekuruh nilai kontrak tetapi perusahaan belum mulai produksi barang
Selama Proses Produksi Secara Berahap
• Akresi
• Apresiasi
• Penghematan Kos
B. Pada Saat Produksi Selesai
Kalau sudah ada kontark penjalan sebelumnya, tidak ada masalah dengan pengakuan pada saat produk selesai karena pendapatan sudah terealisasi dan pada saat produk selesai pendapatan secara subtansial sudah terbentuk.
Pada saat Penjualan
• Kembalian dan Potongan Tunai
• Kos Purna-Jual
• Kerugian Piutang
C. Pada Saat Kas Terkumpul
Pengakuan pendapatan pada saat kas terkumpul sebenarnya merupakan pengakuan pendapatan berdasarkan asas kas (cash basis). Pengakuan dasar kas digunakan uantuk tranaksi penjualan yang barang atau jasanya telah diserahkan/dilaksanakan tetapi kasnya baru akan diterima secra berala dalam waktu yag cukup panjang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar